
Kabupaten Tanah Datar adalah luhak nan tuo di daerah provinsi Sumatera Barat yang mana penduduknya sangat menjunjung tinggi adat istiadat dalam kehidupan sehari – hari baik dalam cara berfikir maupun dalam bertingkah laku yang selalu taat kepada aturan adat yaitu “Adat Basandi Sara’, Sara’ Basandi Kitabullah “ dan moto pemerintah Kabupaten Tanah Datar “Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin” sebagai landasan dalam rangka pembinaan keamanan swakarsa dan perpolisian masyarakat dijajaran Polres Tanah Datar
Polres Tanah Datar bertanggungjawab atas keamanan individu dan keamanan umum sebagaimana rumusan pokok Polri sesuai dengan undang – undang Republik Indonesia nomor 2 tahun 2002 yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegak hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Memasuki tahun 2012 aktivitas pembangunan di Polres Tanah Datar diperkirakan masih menghadapi kendala yang mengusik rasa aman masyarakat sebagai akibat dari tindak kriminal berupa kejahatan konvensional maupun transnasional. Kejahatan konvensional merupakan implikasi dari tingginya tingkat pengangguran, rendahnya daya beli masyarakat, kesenjangan sosial dan berbagai dampak kondisi perekonomian di Kabupaten Tanah Datar dan untuk itu kejahatan transnasional seperti tindak terorisme dan kejahatan narkoba yang merupakan kejahatan terorganisir. Upaya Polres Tanah Datar untuk mengatasi aksi terorisme masih terus dilakukan sedangkan kejahatan dibidang narkoba Polres Tanah Datar melakukan pembongkaran jaringan pengedar narkoba, penangkapan bandar dan pengedar serta jaringannnya. Disisi lain hasil pembangunan dibidang keamanan di Polres Tanah Datar baik disisi profesionalisme personil Polri maupun peralatan pendukung masih kurang.
Masih banyak masalah keamanan yang belum terselesaikan sesuai dengan harapan masyarakat. Potensi konflik vertikal, horizontal dan anarkisme serta tindak kekerasan masih dapat muncul secara turbulensi dengan tidak mengenal waktu dan tempat baik di ibukota kabupaten maupun di kecamatan berbagai jenis kejahatan dan bencana alam masih mengusik rasa aman yang dipengaruhi berbagai faktor yaitu perkembangan aspek kehidupan masyarakat dan pengaruh lingkungan terhadap pelaksanaan tugas baik lingkungan eksternal maupun internal yang dapat dikategorikan sebagai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman ( SWOT ). Oleh sebab itu dalam menyikapi situasi dan kondisi keamanan tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor aspek kehidupan dilingkungan masyarakat Tanah Datar baik aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun aspek keamanan.

|